PTBA Integrasikan Sistem Pasokan Batubara

-SCMS Go-Live Phase 1 Mine to TLS-

Agustus 2010

 
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengintegrasikan seluruh transaksi dan data yang terkait dengan proses penanganan batubara - Supply Chain Management SystemPeresmian dilakukan oleh Direktur Sumber Daya Manusia PT Bukit Asam Mahbub Iskandar di kantor PTBA Tanjung Enim Sumatera Selatan pada Selasa 3 Agustus 2010.
 
"Kami meresmikan phase Mine to TLS, yaitu tahap pertama dari serangkaian Supply Chain Management System (SCMS) di PTBA. Tahap ini berperan untuk menangani material atau batubara mulai dari tambang hingga Stock Pile atau Train Loading Station," kata Direktur Sumber Daya Manusia PT Bukit Asam Mahbub Iskandar. 
 
SCMS adalah suatu sistem penanganan supply chain yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh transaksi dan data yang terkait dengan proses penanganan batubara di PTBA. Sistem ini meliputi pengolahan dan penyediaan informasi status pergerakan batubara di PTBA secara tepat dan real-time, penyediaan proses evaluasi dan analisa untuk mendapatkan optimasi proses bisnis terkait, serta penerapan efisiensi dan efektifitas aktivitas pelaporan. 

Secara keseluruhan implementasi SCMS di PTBA dibagi dalam lima tahapan. Pertama, Phase Mine to TLS yaitu untuk menangani material atau batubara mulai dari tambang hingga Stock Pile atau Train Loading Station. Kedua, Phase TLS to Port yaitu untuk menangani batubara mulai dari TLS sampai dengan Pelabuhan. Tahap ketiga, Marketing dan penagihan yaitu pengelolaan pemasaran dan penjualan batubara serta proses penagihan. Tahap keempat Integrasi dan Keuangan yaitu tahapan untuk mengintegrasikan SCMS dengan sistem lainnya yang ada di PTBA termasuk dengan sistem keuangan. Dan tahap kelima, Optimasi dan EIS yaitu tahapan untuk mengimplementasikan modul optimasi dan Executive Information System (EIS). 
 
Dengan diimplementasikannya Supply Chain Management System ini, PTBA akan semakin cepat merespon perkembangan bisnis domestik maupun dunia dan dapat semakin mengoptimasi rencana bisnis perusahaan di masa selanjutnya.  Selain itu, sistem terpadu ini akan dapat menghindarkan berbagai masalah yang berkaitan dengan inkonsistensi, baik yang berkaitan dengan jadwal, kesesuaian produk-produk yang dihasilkan sampai dengan ketepatan jadwal pendistribusian produk. Seluruh upaya ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kepuasaan bagi para pelanggan (customer satisfaction). 
 
"Keputusan PT Bukit Asam untuk mengimplementasikan sistem manajemen supply chain ini merupakan upaya perusahaan untuk mengintegrasikan seluruh data sumber daya yang ada di PTBA," paparnya. Pengintegrasian dimulai dari data eksplorasi, perencanaan, penambangan, ketersediaan produk, pendistribusian hingga data pengapalan.
 
 
Tim SCMS, PTBA Tj. Enim

Implementasi SCMS ini dilakukan oleh PTBA bekerjasama dengan PT EMS Paramitra, selaku pemegang lisensi produk Mincom Australia. Acara peresmian SCMS Go-live Phase 1 Mine to TLS ini dihadiri oleh para anggota Tim Pengarah, para PIC, dan Key User serta dihadiri pula oleh Toto Nugroho selaku Direktur PT EMS Paramitra dan Sang Ho selaku Director-Mining Solutions Mincom Australia
 
Dengan telah diresmikannya Go-Live SCMS tahap pertama tambang sampai ke TLS, maka selanjutnya akan segera diimplementasikan pula SCMS dari TLS sampai ke pelabuhan serta tahap-tahap selanjutnya. Tahap selanjutnya dari sistem ini diharapkan akan dapat diresmikan pada bulan September mendatang.  

EMSNews

 

Ulti Clocks content

Our Partners

Mincom Ellipse Training